SEKILAS INFO
: - Selasa, 29-09-2020
  • 8 bulan yang lalu / Pelaksanaan Yudisium di laksanakan pada tanggal 4 Februari 2020
Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Kemenristek/BRIN Bersama Komisi VII DPR RI

DRAFT SIARAN PERS
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI/BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor: 140/SP/HM/BKKP/IX/2020

Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI membahas Rencana Kerja dan Anggaran-Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) TA 2021 serta Perkembangan Penyebaran COVID-19 dan Perkembangan Pembuatan Vaksin Merah Putih pada Selasa (08/09).

Rencana Kerja dan Anggaran-Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) TA 2021

Berdasarkan Surat Bersama Menteri Keuangan No.S-692/MK.02/2020 dan Menteri PPN/Kepala Bappenas No.B.636/M.PPN/D.8/KU.01.01/08/2020 tentang Pagu Anggaran K/L dan Penyelesaian RKA-K/L Tahun Anggaran 2021, Kemenristek/BRIN mendapat alokasi pagu anggaran sebesar Rp 2,787 Triliun untuk tahun 2021.

Sama halnya dengan Kementerian, LPNK yang berada di bawah koordinasi Kemenristek/BRIN juga telah mendapatkan alokasi pagu anggaran untuk tahun anggaran 2021. BAPETEN Rp 126 Miliar; BATAN Rp 815 Miliar; BIG Rp 1,26 Triliun; BPPT Rp 1,76 Triliun; LAPAN Rp 840 Miliar; dan LIPI sebanyak Rp 1,83 Triliun.

Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan bahwa rencana kerja Kemenristek/BRIN dan LPNK tentunya akan mengikuti tema kebijakan fiskal Kementerian Keuangan tahun 2021 dan tema Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Bappenas yaitu Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial. Menteri Bambang menjelaskan bahwa program kerja pada tahun 2021 juga mencakup program penanganan Covid 19, sebagai tambahan pada Prioritas Riset Nasional yang meliputi bidang Kesehatan dan obat, Pangan dan Pertanian, Energi, Rekayasa Keteknikan, Teknologi Informasi, Transportasi, Maritim, Pertahanan dan Keamanan, Sosial Humaniora, dan lainnya.

Kemenristek/BRIN sendiri hingga tanggal 2 September 2020 telah merealisasikan penyerapan anggaran sebesar 64,54% atau sebanyak Rp 1,21 Triliun. Sedangkan realisasi penyerapan anggaran untuk masing-masing LPNK hingga 2 September 2020 yaitu BAPETEN 49,30%; BATAN 53,35%; BIG 50,03%; BPPT 45,50%; LAPAN 59,95%; dan LIPI sebesar 41,97%.

Dalam rangka peningkatan paket kegiatan Teknologi untuk Masyarakat dan Penguatan Talenta Inovasi Indonesia pada RAPBN TA 2021, Komisi VII DPR RI sendiri sepakat dengan Menristek/Kepala BRIN untuk melakukan realokasi anggaran.

“Komisi VII DPR RI meminta kepada Kemenristek/Kepala BRIN agar dapat terus meningkatkan jumlah program startup inovasi di Indonesia khususnya di daerah-daerah,” ujar Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto.

Progres Pelaksanaan Kegiatan Hasil Realokasi Anggaran Tahun 2020 dan Detail RKA-K/L TA 2021

Sementara itu Plt. Sekretaris Kemenristek/Sekretaris Utama BRIN Mego Pinandito yang hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Kemenristek/BRIN bersama Komisi VII DPR RI berharap semua rencana kerja Kemenristek/BRIN 2020 dapat selesai di akhir tahun ini dengan prognosis anggaran sebesar 94,62%.

Kegiatan Produk Teknologi yang didiseminasikan ke Masyarakat (PTDM) merupakan program dari Kemenristek/BRIN yang memiliki tujuan salah satunya untuk meningkatkan nilai tambah, produktivitas, maupun daya saing produk berbasis iptek. Kegiatan PTDM ini memiliki target sebanyak 55 lokasi dengan capaian kinerja sebanyak 58 lokasi. Program Penguatan Talenta Inovasi Indonesia yang memiliki tujuan memberikan bantuan kepada mahasiswa berprestasi, inovatif dan kurang mampu yang dipersiapkan sebagai calon inovator masa depan dalam rangka menyelesaikan tugas akhir untuk mendukung pencapaian SDM unggul. Program ini memiliki target sebanyak 1.000 mahasiswa serta 51 lokus dan lembaga fasilitator.

Difusi Teknologi Tepat Guna (TTG) bagi UKM memiliki tujuan meningkatkan daya saing UKM melalui pemanfaatan TTG. Program ini sedang dalam tahap identifikasi dan lokasi UKM.

Senada dengan rapat kerja sebelumnya, dalam rangka peningkatan paket kegiatan Teknologi untuk Masyarakat dan Penguatan Talenta Inovasi Indonesia pada RAPBN TA 2021, Komisi VII DPR RI sendiri sepakat dengan Kementerian/BRIN untuk melakukan realokasi anggaran.

“Komisi VII DPR RI meminta kepada Plt. Sesmen Kemenristek/Sestama KBRIN agar dapat terus meningkatkan jumlah program startup inovasi di Indonesia khususnya di daerah-daerah,” ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Alex Noerdin.

Perkembangan Penyebaran COVID-19 dan Perkembangan Pembuatan Vaksin Merah Putih

Dalam kesempatan di hari yang sama, Kemenristek/BRIN juga turut membahas mengenai perkembangan penyebaran COVID-19 dan perkembangan Vaksin Merah Putih bersama Komisi VII DPR RI. Menristek/Kepala BRIN menegaskan upaya yang sedang dilakukan Kemenristek/BRIN saat ini dalam mengembangkankan bibit vaksin COVID-19 tidak akan terganggu oleh hadirnya mutasi virus corona D614G. Mutasi D614G sendiri merupakan mutasi pada protein Spike virus SARS-CoV-2 yang disebabkan oleh pergantian basa nukleotida A ke G. Pergantian ini mengakibatkan perubahan asam amino D (asam aspartat) menjadi asam amino G (glisin).

“Keberadaan mutasi D614G ini tidak akan mengganggu upaya pengembangan bibit vaksin yang dilakukan karena tidak menyerang Receptor Binding Domain (RBD) yang merupakan area dari pembuatan vaksin yang ditargetkan,” tegas Menristek/Kepala BRIN.

Vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh LBM Eijkman saat ini tengah memasuki tahap kloning gen Spike ke dalam ekspresi yeast. Diperkirakan pada Maret 2020 seed vaccine sudah dapat diserahkan kepada PT Biofarma untuk dilakukan uji klinik dan dilanjutkan hingga proses produksi.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alex Noerdin sangat mengapresiasi dan mendukung penuh Menristek/Kepala BRIN dan Kepala LBM Eijkman dalam upaya penanganan COVID-19 dan percepatan pembuatan Vaksin Merah Putih COVID-19 ini.

“Kami juga mendukung penuh kinerja Kemenristek/BRIN dari segi anggaran dan kebijakan dalam upaya mengatasi pandemi COVID-19 secara umum dan pengembangan Vaksin Merah Putih secara khusus,” imbuh Alex.

Turut hadir juga dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio; Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Ali Ghufron Mukti; dan para Kepala LPNK melalui teleconference zoom.

Fajar R Dewantara, Ayu Pravita, Masluhin Hajaz
Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN

TINGGALKAN KOMENTAR