SEKILAS INFO
: - Sabtu, 08-08-2020
  • 6 bulan yang lalu / Pelaksanaan Yudisium di laksanakan pada tanggal 4 Februari 2020
PCR Kit Karya Anak Bangsa, Kolaborasi Konsorsium Riset dan Inovasi

Bandung – Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengapresiasi semua pihak yang dalam waktu dua bulan dapat membuat mulai purwarupa, melewati serangkaian sertifikasi dan izin yang diperlukan termasuk izin edar, hingga ketahap memproduksi PCR kit, katanya saat kunjungan ke  PT. Bio Farma guna melihat perkembangan produksi test kit Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) di Bandung (2/07).

Lebih lanjut dikatakan Hammam, produksi PCR kit karya anak bangsa ini merupakan salah satu contoh nyata ekosistem inovasi. Dimana inovasi ini berawal dari purwarupa start up Nusantics bersama TFRIC19, yang pada akhirnya di scale up oleh PT Biofarma.

Menurutnya, Ini merupakan langkah nyata dalam mendukung penanganan Covid-19, BPPT membangun sebuah sistem inovasi teknologi yang ditujukan untuk menghadapi penanganan Covid-19.

Dengan melihat kondisi ketergantungan Indonesia ketika menghadapi pandemi Covid-19, bahwa produk inovasi telah menjawab tantangan itu.   

Perlu diketahui,  dengan target gen deteksi Sarscov-2 sesuai dengan sekuens virus Indonesia. PCR test kit ini mempunyai sensitivitas tinggi (100%) terhadap Sarscov-2 dengan menggunakan Open system (bisa digunakan di berbagai alat RTPCR, memiliki kemudahan distribusi dengan harga terjangkau).

Sebagai informasi, pengembangan dan produksi test kit Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) buatan Indonesia adalah salah satu produk BPPT melalui Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan Covid-19 (TFRIC-19) yang pada 20 Mei lalu diluncurkan Presiden RI Joko Widodo di Hari Kebangkitan Nasional.

sumber : https://www.bppt.go.id/layanan-informasi-publik/3967-pcr-kit-karya-anak-bangsa-kolaborasi-konsorsium-riset-dan-inovasi

TINGGALKAN KOMENTAR