SEKILAS INFO
: - Sabtu, 26-09-2020
  • 8 bulan yang lalu / Pelaksanaan Yudisium di laksanakan pada tanggal 4 Februari 2020
Mutasi D614G Virus SARS-CoV2 Berdaya Infeksi Lebih Tinggi Terdeteksi di Yogyakarta dan Jawa Tengah

Yogyakarta – Pokja Genetik FK-KMK UGM dan tim telah berhasil mengidentifikasi Whole Genome Sequencing (WGS) empat isolat dari Yogyakarta dan Jawa Tengah dan telah dipublikasikan di GISAID, tiga di antaranya mengandung mutasi D614G.

Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM, dr. Gunadi, Sp.BA., Ph.D., mengatakan saat ini mutasi D614G pada virus SARS-CoV-2 yang mempunyai daya infeksius 10 kali lebih tinggi telah tersebar hampir di seluruh pelosok dunia, yaitu 77,5 persen  dari total 92.090 isolat mengandung mutasi D614G. Sementara di Indonesia sendiri sudah dilaporkan sebanyak 9 dari 24 isolat yang dipublikasi di GISAID mengandung mutasi D614G.

“ Ini sepertiganya terdeteksi di Yogyakarta dan Jawa Tengah,” ungkap Gunadi, Selasa (1/9).

Gunadi menambahkan meskipun data dari Indonesia ini masih jauh dari ideal dibandingkan data dunia untuk kepentingan data persebaran virus di populasi (epidemiologi), pengembangan vaksin dan/atau terapi Covid-19 di dunia, khususnya di Indonesia, namun, dengan fakta terdeteksinya virus SARS-CoV-2 dengan mutasi D614G di Indonesia ini sudah seharusnya semua pihak lebih disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti cuci tangan, menggunakan masker, hindari kerumunan, dan lain sebagainya.

Sampai hari ini, jumlah populasi yang terinfeksi Covid-19 di seluruh dunia sebesar 25.590.934 kasus dengan angka kematian sebesar 853.415 kasus. Di Indonesia sendiri, sejak diumumkannya pasien pertama COvid-19 pada bulan Maret 2020, per tanggal 31 Agustus 2020 terdapat 174.796 kasus Covid-19 (urutan 23 terbanyak di dunia) dengan 7.417 pasien meninggal.

Sayangnya, data WGS SARS-CoV-2 dari Indonesia yang dipublikasi di GISAID sangat minim yaitu 24 full-genomes dibandingkan 92.090 full-genomes dari seluruh dunia (1 September 2020). Padahal, data WGS sangat penting untuk mengetahui epidemiologi (persebaran) virus termasuk jenis mutasi (clade) nya di masyarakat, hubungannya dengan derajat keparahan pasien Covid-19, pengembangan vaksin dan/atau terapi Covid-19 di masa yang akan datang, khususnya di Indonesia.

“Dengan begitu data WGS dari isolat Indonesia merupakan suatu keharusan dan bentuk kemandirian jati diri bangsa Indonesia,”kata Gunadi.

sumber : https://ugm.ac.id/id/berita/19981-mutasi-d614g-virus-sars-cov2-berdaya-infeksi-lebih-tinggi-terdeteksi-di-yogyakarta-dan-jawa-tengah

TINGGALKAN KOMENTAR