SEKILAS INFO
: - Sabtu, 08-08-2020
  • 6 bulan yang lalu / Pelaksanaan Yudisium di laksanakan pada tanggal 4 Februari 2020
Menristek/Kepala BRIN Umumkan Penerima Dana Penelitian Tahap II Program Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19

SIARAN PERS

Nomor: 88/SP/HM/BKKP/VII/2020

Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang PS Brodjonegoro kembali mengumumkan Penetapan Proposal Penerima Dukungan Pendanaan Tahap II secara daring, Jumat (10/07). Program pendanaan ini merupakan kelanjutan setelah Tahap I yang diumumkan pada 18 Mei 2020 lalu.

Dalam sambutannya, Menristek/Kepala BRIN menyampaikan kepada para peneliti dan perekayasa yang telah berkontribusi dalam program pendanaan ini bahwa kegiatan Penelitian, Pengembangan, Pengkajian dan Penerapan (Litbangjirap) dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 hanya bisa dilakukan jika ada kolaborasi dan sinergi.

“Kegiatan Litbangjirap terkait COVID-19 dengan waktu yang sangat singkat ini hanya bisa dilakukan kalau kita mau melakukan kolaborasi dan sinergi. Artinya, kolaborasi dan sinergi dalam Litbangjirap atau dalam penelitian adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Ini bukan hanya kondisi emergency tapi ini adalah pola masa depan” ungkap Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro saat memberikan arahan pada Pengumuman Penetapan Proposal Penerima Dukungan Pendanaan Tahap II.

Di kesempatan yang sama, Rionald Silaban selaku Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap program Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 sebagai wujud nyata dalam percepatan dan penanganan COVID-19.

“Konsorsium Riset dan Inovasi untuk percepatan penanganan COVID-19 yang telah dibentuk oleh Kemenristek/BRIN merupakan salah satu wujud nyata dari langkah tersebut, oleh karena itu LPDP menyambut baik dan mendukung pendanaan program Konsorsium Riset dan Inovasi untuk percepatan penanganan COVID-19,” ujar Direktur Utama LPDP.

Plt. Sekretaris Utama Kemenristek/BRIN, Mego Pinandito yang juga turut hadir dalam acara ini dalam laporannya menyampaikan bahwa proposal yang lolos merupakan proposal-proposal unggul yang diharapkan dapat bermanfaat dalam upaya percepatan penanganan COVID-19.

“Dari kriteria yang sudah ditetapkan menghasilkan proposal-proposal yang sebetulnya adalah proposal-proposal unggul yang diharapkan pada prosesnya nanti bisa dilakukan percepatan-percepatan dan menghasilkan produk-produk riset dan inovasi yang bisa bermanfaat, baik langsung maupun tidak langsung di dalam penanganan COVID-19 ini,” ungkap Mego Pinandito.

Dari 903 judul proposal yang masuk, telah dilakukan proses review dan penilaian sehingga yang lolos sebanyak 139 proposal. Adapun, proposal tersebut meliputi 5 bidang prioritas yakni Pencegahan ( 30 proposal), Skrining dan Diagnosis (15 proposal), Alat Kesehatan dan Pendukung (34 proposal), Obat-obatan, Terapi dan Multicenter Clinic (19 proposal), Sosial Humaniora dan Public Health Modelling (41 proposal) dengan total dana yang diberikan sebesar Rp 27,3 Miliar.

Program Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 merupakan program pendanaan penelitian dari Kemenristek/BRIN serta didukung oleh LPDP Kementerian Keuangan yang diberikan kepada berbagai institusi, lembaga, dan industri yang mempunyai R&D (Research and Development) untuk secara kolaboratif melaksanakan kegiatan Litbangjirap dalam upaya pencegahan, deteksi, penyebaran, dan/atau penanggulangan wabah COVID-19 di Indonesia.

Dalam sesi tanya jawab Menristek/Ka-BRIN, Bambang PS Brodjonegoro dan Ketua Tim Riset dan Inovasi Percepatan dan Penanggulangan COVID-19, Ali Ghufron Mukti juga berdialog interaktif dengan para Peneliti/Inventor dan Inovator, Perwakilan Kementerian/Lembaga, Perwakilan Perguruan Tinggi dan Sahabat Media. Semua masukan, input positif maupun komentar dalam dialog interaktif, sangat diapresiasi dan akan menjadi bahan pertimbangan di masa yang akan datang, untuk bersatu dalam menghadapi Pandemi COVID-19 ini.

Turut hadir dalam kesempatan ini Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19, Ali Ghufron Mukti; Plt. Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek/BRIN, Muhammad Dimyati; Plt. Deputi Bidang Penguatan Inovasi Kemenristek/BRIN, Jumain Appe; Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdikbud, Aris Junaidi; Pejabat Eselon I, II, III dan IV Kemenristek/BRIN dan LPNK; Manajer Integrasi Riset dan Pengembangan Bio Farma, Neni Nurainy; dan Para Pimpinan Perguruan Tinggi;

Daftar penerima program pendanaan proposal penelitian Riset dan Inovasi COVID-19 Tahap II dapat dilihat pada tautan berikut: https://bit.ly/3eiIVLH

Fajar R Dewantara, M Rif’an Jauhari, Masluhin Hajaz
Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN

TINGGALKAN KOMENTAR