SEKILAS INFO
: - Sabtu, 08-08-2020
  • 6 bulan yang lalu / Pelaksanaan Yudisium di laksanakan pada tanggal 4 Februari 2020
Menristek/Kepala BRIN Tekankan Pentingnya Pemanfaatan Teknologi bagi UMKM sebagai Upaya Pulihkan Ekonomi Indonesia

SIARAN PERS
Nomor: 83/SP/HM/BKKP/VII/2020

Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro tekankan pentingnya memberikan insentif exposure digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM yang terkena dampak pandemi corona (COVID-19). Menteri Bambang mengatakan, hal ini merupakan upaya bersama dalam memulihkan ekonomi Indonesia serta mendorong pertumbuhan sektor usaha skala menengah ke bawah.

“Selain mengatasi kondisi saat ini, fokus utama kita adalah memulihkan kondisi ekonomi kita. Keadaan akan benar benar normal ketika vaksinasi masal dilakukan. Dari segi waktu memang akan lama, namun kita tetap harus menjaga stabilitas ekonomi dengan berbagai upaya. Upaya agar kita tetap aman dari COVID-19, tapi kegiatan ekonomi tetap berjalan,” jelas Menteri Bambang pada saat menjadi pembicara kunci pada webinar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Sulawesi Tengah bersama Universitas Tadulako , Selasa (06/07).

Menteri Bambang mengungkapkan saat ini banyak UMKM yang gulung tikar akibat ketergantungan dengan pola konvensional. Menteri Bambang menyebutkan salah satu upaya yang dapat dilakukan UMKM untuk bertahan pada masa pandemi seperti ini adalah dengan pemanfaatan teknologi, karena teknologi dinilai dapat menjadi jawaban untuk membangun kembali ekonomi di era normal baru.

“Dengan konsep less contact economy, dimana perubahan pola konsumsi yang awalnya offline sekarang menjadi online menjadi indikasi bahwa pelaku UMKM memiliki kesempatan dalam meningkatkan usahanya melalui sistem perdagangan elektronik,” terang Menteri Bambang.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut tersebut Ketua ISEI Cabang Sulawesi Tenggara, Patta Tope; Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss, Muliaman D Hadad; Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Tri Widodo; dan jajaran sivitas akademik Universitas Tadulako.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN

TINGGALKAN KOMENTAR