Info Kampus
Jumat, 20 Mei 2022
  • Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Famika Makassar, Menerima Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2021-2022

Magang: Haruskah dibayar?

Diterbitkan : - Kategori : Akademik / Serba-Serbi

Perdebatan soal haruskah seorang yang tengah magang dibayar telah menjadi perdebatan yang panjang dan melelahkan. Ibaratkan kamu bekerja tapi diupahi terimakasih. Begitulah nasib orang-orang magang sekarang. 

Magang seringkali dilihat dari dua perspektif; dari pemagang sendiri yang mengambil langkah untuk mengembangkan karir. Dan dari segi perusahaan yang seringkali menganggap magang menjadi cara mudah mendapatkan tenaga kerja yang murah. 

Inilah yang membuat anak magang atau pemagang atau intern menjadi rentan terekploitasi pekerjaannya. 

Sebenarnya, apa sih tujuan dari magang sendiri? 

Tujuan paling utama adalah pelatihan kerja untuk pemagang atau intern. Maksudnya mempersiapkan baik pelajar dan mahasiswa untuk masuk dunia kerja dan memberikan keterampilan yang dibutuhkan industri. 

Sayangnya, seringkali perusahaan melihat kesempatan ini sebagai jalan untuk mencari tenaga kerja yang bisa dibayar murah, atau tidak dibayar sama sekali. 

Perlu nggak sih seorang pemagang dibayar? 

Perlu tidaknya seorang pemagang dibayar sebenarnya diatur dalam Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pada pasal 21 – 30 UU. Dalam Pasal 22 ayat (2) UU Ketenagakerjaan, tertulis jelas bahwa peserta magang berhak memberpoleh uang saku dan/atau uang transport, memperoleh jaminan sosial tenaga kerja, dan memperoleh sertifikat apabila lulus diakhir program

Artinya adalah keharusan magang dibayar.

Selain itu, pemagang juga berhak mendapat jaminan keceakaan kerja dan kematian. Ini pun diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 tahun 2011  tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial

Belum sampai di situ, peraturan mengenai magang juga mengatur mengenai kontrak dan jangka waktu pemagangan. Kontrak suatu perjanjian magang harus diketahui dan disahkan oleh Kabupaten atau Kota setempat dalam waktu paling lama tiga hari kerja. 

Selan itu, Kemenristek Dikti menerbitkan Keputusan Menteri Nomor 123/M/2019 yang mengatur pengukuran satuan kredit semester (SKS) untuk magang kuliah. Dikatakan di dalamnya, program magang selama 45 jam akan dihitung setara satu SKS. mahasiswa dapat mengikuti program magang minimal satu bulan dengan lima haru kerja per minggunya. Waktu magang pun dibatasi tidak boleh lebih dari delapan jam sehari. 

Setelah meninjau banyaknya Undang-Undang mengenai magang, kamu sekarang tahu bahwa magang kudu, musti, harus dibayar. 

Itu merupakan hak kamu. Jangan sampai kamu mengorbankan banyak tapi hanya dibayar dengan terimakasih. 

Hati-hati, ya, Campuspedia Friends!

Good luck!

 

 

 

Baca juga: 

The post Magang: Haruskah dibayar? appeared first on Campuspedia News.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar