SEKILAS INFO
: - Kamis, 02-07-2020
  • 5 bulan yang lalu / Pelaksanaan Yudisium di laksanakan pada tanggal 4 Februari 2020
Lakukan Live Streaming Halalbihalal, Menristek Ajak Indonesia Mandiri Hadapi Covid-19

SIARAN PERS
Nomor: 59/SP/HM/BKKP/V/2020

Jakarta – Hari pertama masuk kerja usai lebaran, Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menggelar Halalbihalal secara online bersama jajaran Eselon I-IV di lingkungan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) dan pimpinan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) di bawah koordinasi Kemenristek/BRIN. Halalbihalal tersebut disiarkan melalui akun youtube resmi Kemenristek/BRIN.

Pada kesempatan ini, Menteri Bambang mewakili seluruh jajaran Kemenristek/BRN mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1441 H dan memohon maaf lahir dan batin. Beliau berharap semangat
Idulfitri dapat mewarnai aktivitas kita hari ini dan kedepannya. Menteri Bambang menghimbau agar masyarakat dapat mengikuti semua protokol kesehatan dan anjuran pemerintah dalam pelaksanaan Idulfitri di tengah pandemi COVID-19.

“Kalau kita melihat kondisi Ramadan dan Idulfitri yang baru saja kita lewati, memang tahun ini terasa berbeda. Kita tidak bisa melaksanakan ibadah tarawih dan solat ied berjamaah (di masjid), mudik dan silaturahmi langsung dengan keluarga, tampaknya tahun ini adalah pengecualian. Kita tidak bisa melakukan semuanya karena dunia saat ini sedang menghadapi pandemi global COVID-19,” jelas Menteri Bambang.

Menteri Bambang berharap Indonesia dapat siap dan mandiri menghadapi pandemi COVID-19. Beliau mengatakan ini saatnya Indonesia menjadi mandiri memenuhi kebutuhan alat kesehatan dan obat, mengurangi ketergantungan produk import baik bahan baku obat dan alat kesehatan.

“Tentunya dibutuhkan kerja keras dari semua pihak, terutama dari komunitas riset dan inovasi. Marilah kita tunjukkan bahwa dalam kondisi pandemi ini komunitas kita adalah komunitas yang akan selalu mencari jalan keluar. Tidak akan menjadi komunitas yang pasif, tapi menjadi komunitas yang aktif yang akan selalu mencari cara bagaimana manusia mengatasi COVID-19,” tutup Menteri Bambang.

Dalam kesempatan yang sama, Imam Besar Mesjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan peran agama sangat penting di tengah pandemi corona ini. Menurutnya, seruan atau bahasa agama sangat berperan dalam menciptakan kestabilan masyarakat di tengah krisis ini. Beliau berharap Indonesia dapat menjadi bangsa yang kuat dan bersatu menghadapi ujian wabah COVID-19.

“Tentu kita harus beriman dan berilmu dalam menghadapi pandemic COVID-19 ini. Dengan semakin banyak ujian, seperti pandemi virus corona, maka akan ada hadiah yang diperoleh, yakni peningkatan spiritual,” terang Imam Besar Mesjid Istiqlal Nasaruddin Umar.

Dalam acara tersebut selaku perwakilan LPNK, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza dan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Jazi Eko Istiyanto menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1441 H dan memohon maaf lahir dan batin. Beliau berharap komunitas riset di Indonesia dapat menberikan kontribusi memberikan solusi permasalahan bangsa.

Turut hadir Plt. Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan, Muhammad Dimyati; Plt. Staf Ahli Bidang Relevansi dan Produktivitas Menristek, Ismunandar; Plt. Staf Ahli Bidang Infrastruktur Menristek sekaligus Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19, Ali Ghufron Mukti; Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko; Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan; Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin; Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Sekretaris Utama Badan Standarisasi Nasional (BSN), Pudji Winarni; serta Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM), Eijkman Amin Soebandrio.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN

TINGGALKAN KOMENTAR