SEKILAS INFO
: - Minggu, 25-10-2020
  • 9 bulan yang lalu / Pelaksanaan Yudisium di laksanakan pada tanggal 4 Februari 2020
Kemenristek/BRIN Gelontorkan Dana Penelitian melalui Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19

SIARAN PERS
Nomor: 64/SP/HM/BKKP/VI/2020

Jakarta – Kementerian Riset dan Teknologi atau Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemneristek/BRIN) gelontorkan dana penelitian untuk percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebesar 3,2 miliar rupiah kepada Universitas Airlangga. Hal ini merupakan salah satu pelaksanaan kegiatan penelitian yang dikoordinasikan oleh Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19, guna mendorong sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, lembaga litbangjirap, perguruan tinggi, pusat penelitian, rumah sakit, dan/atau industri dalam kerangka hilirisasi hasil-hasil litbangjirap.

Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Ali Ghufron Mukti mengumumkan 8 judul proposal penerima dana penelitian yang memenuhi persyaratan administrasi dan persyaratan substansi, yang telah diulas oleh Kemenristek/BRIN sejak 18 April hingga 13 Mei 2020. Beliau berharap kegiatan ini dapat menghasilkan produk-produk invensi dan inovasi pada bidang pencegahan, deteksi & skrining, alat kesehatan & pendukung, terapi, dan sosial humaniora yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat dalam rangka mencegah, mendeteksi, dan merespon pandemi COVID-19.

“Mengenai usulan alokasi anggaran tahun 2020 untuk kegiatan Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 telah dilakukan tindak lanjut pelaksanaan program tersebut dengan memberikan kesempatan kepada anggota konsorsium dan lembaga lainnya untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan penelitian di berbagai bidang. Tentu besar harapannya dapat bermanfaat di masyarakat, komunitas riset bisa hadir memberikan solusi bagi permasalahan bangsa,” ujar Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Ali Ghufron Mukti pada penyerahan Surat Keputusan Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Untuk Percepatan Penanganan COVID-19 melalui teleconference(4/6).

Rektor Universitas Airlangga (UNAIR) Mohammad Nasih menyambut baik dana riset yang diterima oleh UNAIR. Beliau berharap dengan dana riset yang diterima dapat mengoptimalkan produktifitas para akademisi pada bidang riset serta dapat berkontribusi hadir menjawab tantangan bangsa, khususnya pada masa pandemi COVID-19 ini.

“Seperti sungai Begawan Solo yang airnya mengalir hingga jauh, kami berharap hasil penelitian UNAIR juga dapat memberikan manfaat banyak kepada masyarakat, tidak hanya bagi masyarakat Jawa Timur tapi juga bagi Indonesia,” terangnya.

Adapun 8 Proposal yang terpilih tersebut adalah :

  1. Ruang Isolasi Portabel Tipe Tekanan Negatif untuk Pasien Covid-19
    Oleh : UNAIR dan ITS
  2. Rancang Bangun Sterilization Box and Cabinet IKU (ITS Kreasidasatama Ultraviolet) untuk Disinfeksi Alat Pelindung Diri Medis (APD)
    Oleh : ITS dan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA)
  3. Pengujian dan Pengembangan Kit Uji Cepat (Deteksi Ag dan Ab) untuk Deteksi Infeksi Sars-Cov-­2 Menggunakan Real-­Time PCR
    Oleh : UNAIR
  4. Pengembangan Kit Deteksi Portabel Berbasis Biosensor RNA Untuk COVID-19
    Oleh : UNAIR
  5. Desain dan Implementasi Perangkat Ventilator Mekanis untuk Situasi Covid-19
    Oleh : UNAIR dan ITS
    Unair
  6. Aplikasi Visualisasi Sebaran Covid-­19 dan Analisis Prediksi Penyebarannya
    Oleh : UNAIR dan ITS
  7. Desain dan Sintesis Inhibitor RNA-­Polimerase Virus COVID-19
    Oleh : UNAIR
  8. Service Robot for Highly Infectious Inpatient Room (Proposal pengembangan Prototipe Robot RAISA dan adiknya RAISA)
    Oleh : ITS dan UNAIR

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor I Universitas Airlangga, Ni Nyoman Tri Puspaningsi; Direktur RSUA, Nasronuddin; Dewan Pengawas RSUA, Soetjipto; serta peneliti dan inventor penerima dana penelitian.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN

TINGGALKAN KOMENTAR