SEKILAS INFO
: - Kamis, 22-10-2020
  • 9 bulan yang lalu / Pelaksanaan Yudisium di laksanakan pada tanggal 4 Februari 2020
Green Well, Sumur Resapan Penyelamat Lingkungan

Jakarta – Air tanah merupakan salah satu sumber air yang memiliki peranan besar untuk kepentingan rumah tangga maupun untuk kepentingan industri. Di beberapa daerah bahkan ketergantungan pasokan air bersih dan air tanah telah mencapai ± 70%. Sayangnya air tanah bergantung dari banyaknya resapan air hujan.

Sedangkan banyak di kota besar, area resapan air untuk penyimpanan air tanah berkurang akibat dari pembangunan dan pembukaan lahan. Sistem drainase yang kurang baik serta kapasitas penduduk yang berlebih semakin menambah dampak ke penyerapan tabungan air tanah. Ruang terbuka hijau yang tersedia juga belum dapat mengimbangi tabungan air tanah dengan air yang dikonsumsi. Akibatnya turunnya kualitas dan pencemaran air tanah, penurunan muka tanah, kekeringan pada musim kemarau, hingga bencana banjir yang bisa membuat kerugian mencapai triliunan rupiah.

Dari situ muncul keprihatinan Cepi Al Hakim yang juga melihat peluang dari konservasi air tanah menggunakan sumur resapan. Sumur resapan yang ada pada umumnya masih menggunakan bahan yang sederhana, teknik pembuatannya masih menggunakan tenaga manual dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit tetapi kapasitas dan daya serapnya kurang baik.

Cepi pun berinovasi dari sumur resapan yang masih sederhana tersebut. Dengan menambahkan 64 lubang selebar 2 inci pada dinding pada cincin beton yang akan dipasang sebagai dinding sumur dan menambahkan bahan-bahan seperti kerikil, batu split dan ijuk dari pengumpul lokal sebagai media filtrasi, dia pun berhasil membuat sumur resapan yang dapat menyerap air lebih efektif, efisien, murah dan tahan lama dengan menggunakan bahan baku lokal yang lebih baik, ramah lingkungan dan kuat yang disebut “Green Well”.

Pemasangan “Green Well” sendiripun tidak terlalu sulit berkat sistem knockdown yang membuat pengerjaan dapat dilakukan lebih cepat pada saat penggalian dan pemasangan baik untuk kawasan padat pemukiman, perkantoran maupun industri. Dari sisi hargapun Green Well membutuhkan biaya yang lebih murah dari kompetitornya berkat penggunaan bahan baku lokal.

Pada awalnya, Cepi bergerilya memasarkan Green Well kepada pemerintah daerah dan pihak swasta melalui direct selling, daring dan media sosial. Pesanan pun berdatangan tidak hanya dari pihak pemerintah daerah maupun kementerian atau lembaga, banyak pihak swasta juga mempercayakan sumur Green Well untuk dapat mengatasi permasalahan terkait genangan air dan penyerapan air tanah.

Tahun 2017 yang lalu, startup yang bernaung di bawah PT Dayamix Bumi Indonesia ini mendapatkan bantuan dana melalui program PPBT (Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi) Kemenristek/BRIN. Sejak mendapat bantuan tersebut, produksi terus digalakkan demi memenuhi pesanan. Hasilnya, selama tahun tahun 2018-2020 sumur resapan Green Well telah diproduksi hingga ribuan unit dengan omzet mencapai miliaran rupiah.

Peranan Green Well tidak hanya berimbas terhadap lingkungan saja, secara ekonomi Green Well membantu peningkatan ekonomi lokal, peningkatan pendapatan daerah melalui pajak dan berkontribusi pada angka Produk Domestik Regional Bruto. Selain itu Green Well turut berkontribusi dengan membuka lapangan pekerjaan, pengembangan teknologi sumur resapan, membuka peluang wirausaha berbasis teknologi baru dan pemanfaatan serta pendayagunaan bahan baku lokal.

Kiprah Cepi bersama Green Well pun mendapatkan berbagai penghargaan dan sertifikat antara lain meraih penghargaan Peringkat II Anugerah IPTEK Labdha Kretya dari Menristek/BRIN pada 2017, Grand Winner dari Tech Plan Demo Day di Indonesia 2020, diundang menjadi pembicara pada forum APEC di Moscow, Rusia pada 2018 silam, dan mengikuti berbagai event seperti Habibie Festival 2017, Agrinex 2018, PPBT Bussiness Camp 2018 dan I3E Ristek/BRIN 2019.

Manfaat Green Well yang dapat membantu menabung air tanah dan infiltrasi air hujan dengan sistem pemasangan yang mudah  serta keunggulan lainnya, diharapkan dapat lebih dipercaya untuk dapat menjadi solusi mengatasi banjir dan genangan di kawasan perkotaan yang rawan banjir serta menjaga cadangan air tanah untuk digunakan ketika musim kemarau.

Penulis : Sefryan Daru Sasongko

Direktorat PPBT

Deputi Penguatan Inovasi

Kemenristek/BRIN

Sumber : Startup Green Well (Cepi Al Hakim, Direktur/Founder PT Dayamix Bumi Indonesia)

TINGGALKAN KOMENTAR