SEKILAS INFO
: - Jumat, 04-12-2020
  • 10 bulan yang lalu / Pelaksanaan Yudisium di laksanakan pada tanggal 4 Februari 2020
Glass Ceiling: Penghambat Karir Perempuan, Benarkah Ada?

Hai Campuspedia-friends!—Pernakah kamu mendengar istilah budaya patriarki yang seakan memberikan “keistimewaan” lebih pada pria? Atau kisah-kisah wanita hebat namun jarang sekali dipromosikan untuk jabatan yang lebih tinggi? Jika iya, mungkin itu disebabkan oleh fenomena Glass Ceiling.

Wah Glass Ceiling? Apa ya itu?

Kalau kamu masih baru pertama kali mendengar istilah Glass Ceiling ini dan ingin tahu lebih dalam, yuk kita bahas lebih lanjut!

Baca juga: Filosofi Kaizen: Teknik Lawan Malas Ala Jepang

Apa Itu Glass Ceiling?

Glass Ceiling adalah sebuah istilah “kaca hambatan” tak kasat mata yang biasa dialami kaum perempuan dan kaum minoritas untuk dapat mencapai jabatan tertinggi pada karirnya atau tempat mereka bekerja.

Karena sifatnya yang “kasat mata” fenomena ini bisa saja diibaratkan kaca super bening yang tak kelihatan namun tiba-tiba saja terasa jika kita menabraknya. Jika di dunia nyata, seperti tidak ada sebuah peraturan tertulis apapun, namun bagi kaum perempuan maupun kaum minoritas sangat sulit untuk mencapai yang tertinggi di jenjang karirnya.

Kapan Istilah Glass Ceiling Ini Digunakan Pertama Kali?

Istilah Glass Ceiling pertama kali diperkenalkan pada tahun 1984 oleh Gay Bryant pada suatu artikel di Adweek. Lalu disebut dan dimuat lagi di tahun 1986, dalam sebuah edisi di The Wall Street Journal oleh Hymowitz dan Schellhardt. Yang menyebutkan Glass Ceiling sebagai barikade tak nampak yang menghalang-halangi peningkatan karier perempuan di Amerika.

Bahkan, fenomena ini juga dianggap serius oleh Kementrian Tenaga Kerja Amerika, dan akhirnya membentuk suatu badan kajian pada tahun 1991. Badan tersebut, The Federal Glass Ceiling Commision, menyebutkan bahwa Glass Ceiling barrier ini sudah ada sejak perempuan itu memulai karirnya.

Apa Penyebabnya?

The Federal Glass Ceiling Commision juga mnyebutkan bahwa penyebab utama dari adanya Glass Ceiling ini diantaranya:

  1. Akibat dari stereotyping (stereotip), prejudice (prasangka) , dan bias gender atau memandang kedudukan perempuan itu lebih rendah daripada pria secara sadar maupun tidak sadar.
  2. Hambatan dari Internal Structural Barrier (internal perusahaan). Misalnya, di perusahaan tersebut masih enggan untuk menerapkan sistem kesetaraan gender, enggan memberikan bimbingan untuk pegawai perempuan, bahkan tidak memberi kesempatan promosi karena dianggap akan tidak optimal karena akan sering mengambil cuti (hamil, melahirkan, dsb).
  3. Hambatan karena lemahnya pengawasan, pengaturan, dan pengumpulan data dan laporan atas adanya peristiwa Glass Ceiling oleh pemerintah terkait.

Ciri Lingkungan Kerja Glass Ceiling Seperti Apa?

Dilansir dari GenSindo, dalam jurnal The Glass Ceiling Effect oleh Profesor Dvid A. Cotter dan ketiga rekan penelitinya, ada empat ciri atau kriteria sebuah lingkungan kerja terdapat fenomena Glass Ceiling, diantaranya:

  1. Perbedaan Perilaku dan Pendapatan yang Mencolok.

Ciri yang pertama adalah adanya perbedaan perilaku dan pendapatan yang mencolok berdasarkan gender maupun ras, dan bukan berdasarkan pengalaman, kemampuan, atau karakteristik lain yang masih relevan dengan kinerja pekerjaan.

  1. Perbedaan Perilaku Pada Orang yang Berpendapatan Besar Berdasarkan Gender atau Ras.
  2. Ketidaksetaraan Kenaikan Jabatan Berdasarkan Gender atau Ras.
  3. Ketidaksetaraan Berdasarkan Gender atau Ras Seiring Berjalannya Karir.

Lalu Gimana Cara Memecahkannya?

Dilansir dari Smart Meetings, ada 3 hal nih yang bisa kamu lakukan untuk “memecah” fenomena Glass Ceiling:

  1. Percaya Diri

Jika kamu merasa bahwa di lingkungan kerja kamu terjadi fenomena Glass Ceiling ini, hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah membangun rasa percaya diri kamu. Jangan pernah ragu untuk menyampaikan ide dan gagasan-gagasan yang kamu miliki.

  1. Bangun Relasi sebagai Pendorong

Nah, setelah kamu berhasil membangun rasa percaya diri yang kuat, selanjutnya cobalah untuk membangun relasi dengan orang-orang yang dapat mendorong kamu. Baik mendorong kamu dalam menjadi pribadi yang lebih baik, maupun memberikan dukungan terhadap usaha dan karir kamu.

  1. Apresiasi Diri Sendiri

Sudah sering kan mendengar sistem reward dan punishment untuk memotivasi diri sendiri? Memang terdengar sepele dan sering dilupakan, tapi kamu harus tetap mengapresiasi dirimu ya C-friends!

Dengan cara apa? Kamu bisa nih mengapresiasi semua usaha dan pencapaian kamu dengan membagikan pengalaman positif kamu di jurnal pribadi, orang terdekat, bahkan menuliskannya di blog dan membuat portofolio atas pencapaian tadi.

Baca juga: Inspiratif! 7 Rekomendasi Film Kisah Nyata Tokoh Dunia

Nah, itu dia C-friends seluk-beluk mengenai Glass Ceiling: Penghambat Karir Perempuan yang ternyata masih ada sampai sekarang loh! Gimana? Sudah siap untuk memecahkan Glass Ceiling ini?

Yuk, biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, jangan lupa kepoin sosial media Campuspedia ya!

Instagram: @campuspedia

Youtube: Campuspedia

Twitter: @campuspedia_id

OA Line: @dbh9820y

Facebook: Campuspedia

LinkedIn: Campuspedia

The post Glass Ceiling: Penghambat Karir Perempuan, Benarkah Ada? appeared first on Campuspedia Kabar.

TINGGALKAN KOMENTAR