SEKILAS INFO
: - Kamis, 02-07-2020
  • 5 bulan yang lalu / Pelaksanaan Yudisium di laksanakan pada tanggal 4 Februari 2020
Di Hari Kebangkitan Nasional Presiden Jokowi Luncurkan Produk Inovasi Percepatan Penanganan Covid-19

SIARAN PERS
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI/BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor: 58/SP/HM/BKKP/V/2020

Jakarta – Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-112 Presiden Joko Widodo meluncurkan sembilan produk utama dari 55 produk hasil penelitian dan inovasi percepatan penanganan Covid-19 dari Konsorsium Riset dan Inovasi tentang Covid-19 yang dibentuk dan didanai oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN). Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi mengungkapkan bangga terhadap inovasi yang sesuai dengan kebutuhan di saat pandemi Covid-19.

“Dunia sedang beradu cepat dalam menangani wabah Covid-19. Kita harus menjawabnya dengan inovasi dan karya-karya nyata yang konkret. Ini adalah momentum baru bagi kebangkitan bangsa. Ini adalah momentum baru kebangkitan bidang sains dan teknologi kita, khususnya di bidang kesehatan,” ungkap Presiden Joko Widodo saat meluncurkan produk inovasi Konsorsium Riset dan Inovasi tentang Covid-19 yang dibentuk oleh Kemenristek/BRIN.

Presiden mendorong inovasi terkait penanggulangan Covid-19 dari Konsorsium Covid-19 harus terus didukung oleh para investor, industri, dan seluruh masyarakat agar inovasi tersebut dapat dipakai dan dicintai masyarakat.

“Sudah saatnya dunia industri harus berani berinvestasi, sudah saatnya masyarakat juga mulai mencintai produk-produk dalam negeri, dan kita harus bangga buatan Indonesia. Kita harus terus-menerus memperbaiki ekosistem yang kondusif. Ekosistem bagi tumbuh dan berkembangnya inovasi dan industrialisasi serta mentalitas bangga kepada produk dalam negeri,” ungkap Presiden Jokowi.

Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro didampingi Plt. Sekretaris Kemenristek/Sestama BRIN, Erry Ricardo Nurzal; Plt. Staf Ahli Menristek Bidang Infrastruktur/Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi tentang Covid-19, Ali Ghufron Mukti; Plt. Staf Ahli Menristek Bidang Relevansi dan Produktivitas, Ismunandar; Kepala BPPT, Hammam Riza; Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko; Kepala LBM Eijkman, Amin Soebandrio; dan Plt. Dirjen Dikti Kemendikbud, Nizam; dalam laporannya mengungkapkan kementeriannya berkomitmen menyediakan dukungan dan anggaran yang dibutuhkan agar inovasi dalam negeri dapat lahir untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

“Hasil riset dan inovasi ini merupakan produk lokal Bangsa Indonesia. Inovasi Indonesia dari Indonesia untuk Indonesia yang kita perlu apresiasi dan dukung dengan berbagai cara seperti dukungan dana, kemudahan regulasi, sumbangsih ide, kerja sama produksi dalam negeri, implementasi dan perawatan hasil riset inovasi, serta apresiasi kepada stakeholders yang telah terlibat. Harapannya, dukungan ini muncul dari berbagai pihak, tidak hanya dari pemerintah, swasta, BUMN, akademisi, industri, tapi juga dari masyarakat Indonesia,” ungkap Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro saat memberi laporan di hadapan Presiden Joko Widodo pada acara Kebangkitan Inovasi Indonesia pada Rabu (20/5).

Sembilan produk utama dari keseluruhan produk inovasi percepatan penanganan Covid-19 adalah:

  1. PCR test kit dengan nama INDONESIA TFRIC-19 BioCov-19 yang dikembangkan oleh BPPT, Startup Nusantics, Gerakan #IndonesiaPastiBisa, PT Bio Farma, Kemenkes, dan Laboratoriun Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Test kit karya anak bangsa ini sudah mendapatkan izin edar dari Kemenkedan s disalurkan ke beberapa rumah sakit dan laboratoriun uji rujukan, termasuk Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta dan Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat.
  2. Dua jenis Rapid Diagnostic Test (RDT) kit yang diberi nama RDT RI-GHA TFRIC-19 (dikembangkan oleh BPPT, UGM, Unair, PT. Hepatika Mataram, Universitas Mataram, dan Kemenkes) dan RDT Microchip (dikembangkan oleh BPPT, UGM, ITB, dan Unair). RDT yang digunakan untuk deteksi IgG/IgM berbasis peptida sintesis ini dapat digunakan tanpa tenaga ahli, murah, dan mampu menunjukkan hasil dalam waktu 15 menit.
  3. Tiga jenis emergency ventilator yang diberi nama Power Reauscitator Berbasis Ambu Bag Mode Arm (BPPT dan PT Poly Jaya), Power Reauscitator Berbasis Ambu Bag Mode Cam (BPPT dan PT LEN), dan Ventilator CMV dan CPAP Berbasis Pneumatik DHARCOV 23S (BPPT dan PT Dharma). Ketiga emergency ventilator ini digunakan bagi transportasi pasien dan pasien di Instalansi Gawat Darurat (IGD). ITB, Unpad, dan Yayasan Pembina Masjid (YPM) Salman ITB juga menghasilkan ventilator Vent-I yang sudah memiliki lolos uji Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan.
  4. Dua produk imunomodulator dengan merk pertama Fatigon Promuno dengan kombinasi herbal mencakup Jahe merah, Meniran, Sambiloto, dan Sembung yang mampu memulihkan respon imun, menekan peradangan melalui penurunan aktivitas sitokin, dan melawan infeksi virus. Merk kedua Health and Happiness dengan bahan dasar jamur herbal Cordyceps militaris yang memiliki dua potensi terapi untuk mencegah infeksi dan perburukan penyakit COVID-19, baik melalui perlawanan terhadap virus maupun upaya menekan aktivitas berlebihan dari sistem imun dalam perannya sebagai antiinflamasi dan imunomodulator. Kedua produk tersebut dikembangkan oleh LIPI dan PT Kalbe Farma bersama BNPB, UGM, PDPOTJI, PDPI, RSD Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran BPOM, dan Balitbangkes.
  5. Plasma Convalescence dari pasien Covid-19 yang sudah dipastikan sembuh dan memiliki antibodi melawan virus Covid-19. Plasma ini dapat digunakan untuk memperkuat imun pasien Covid-19 dan dikembangkan oleh LBM Eijkman, Kemenkes, BPOM, PT Bio Farma, RSUD Dr. Syaiful Anwar Malang, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, RSUD Dr. Soetomo Surabaya, RSUP Dr. Kariadi Semarang, RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta, dan umah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar. Izin etik dari Balitbangkes sudah keluar untuk uji klinik. Saat ini FKUI dan RSCM sedang mengumpulkan donor di serum dari pasien yang sudah dipastikan sembuh.
  6. Laboratorium Bergerak Biosafety Level-2 (BSL-2) dengan nama Mobile Lab BSL-2 yang dikembangkan BPPT. Laboratorium yang dapat dipindahkan dengan truk kontainer ini memenuhi standar WHO sebagai Laboratorium BSL-2 yang siap pakai untuk Tes RT-PCR dengan aplikasi m-BSL2 yang terintegrasi dengan Pantau Covid-19 (PC19).
  7. Sistem Artificial Intelligent (AI) untuk Deteksi Covid-19 yang dikembangkan BPPT. Sistem ini adalah pencitraan medis berdasarkan kecerdasan buatan untuk deteksi Covid-19 berdasarkan citra CT Scan dan citra X-Ray. Kecerdasan buatan ini memiliki deep learning yang mampu memberikan hasil klasifikasi citra x-ray dan machine learning yang mampu memberikan Hasil segmentasi dari citra CT Scan.
  8. Dua robot yang membantu tenaga medis. Robot pertama diberi nama Medical Assistant Robot RAISA yang dikembangkan ITS dan Unair. Robot ini mampu melakukan komunikasi dua arah berbasis antarmuka antara petugas dan pasien karena dilengkapi camera dan mampu membawa peralatan medis dan obat hingga lima kilogram. Robot ini bertujuan mengurangi risiko penularan ke petugas serta sudah diproduksi dan digunakan di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS Unair). Robot kedua diberi nama Autonomous UVC Mobile Robot (AUMR) yang dikembangkan Universitas Telkom dan LIPI. Robot ini mampu melakukan disinfeksi dan sterilisasi ruang isolasi pasien Covid-19 tanpa campur tangan manusia secara langsung. Uji coba AUMR telah berhasil dilakukan di RSD Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, RS Dr. Hasan Sadikin Bandung dan RS Pindad Bandung.
  9. Powered Air Purifying Resporator, alat pelindung diri untuk pernafasan bagi dokter, perawat dan tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19. Prototipenya sedang menjalani uji Balai Pengaman Fasilitas Kesehatan (BPFK). Alat ini dikembangkan oleh Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI).

Konsorsium Riset dan Inovasi tentang Covid-19 yang diketuai oleh Prof. Ali Ghufron Mukti ini mendapat alokasi anggaran sebesar 90 miliar Rupiah dari Kemenristek/BRIN dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan yang terdiri dari 60,6 miliar Rupiah untuk pendanaan proposal tahap pertama sebanyak 134 penelitian yang saat ini sudah menghasilkan paling tidak 55 produk inovasi percepatan penanganan Covid-19. 29,4 miliar Rupiah dari alokasi tersebut masih tersedia untuk mendanai proposal riset tahap kedua. Penerimaan proposal riset dan inovasi percepatan penanganan Covid-19 tahap kedua ini masih dibuka hingga Selasa, 2 Juni 2020. Para peneliti, perekayasa, dan dosen dari seluruh Indonesia dapat mengusulkan proposal riset maupun inovasi terkait pencegahan, skrining, diagnosis, pengobatan, terapi, alat kesehatan dan pendukung terkait Covid-19 melalui email covid19@ristekbrin.go.id.

Sejak awal Maret 2020, konsorsium ini terutama bekerja untuk mencegah, mendeteksi, dan merespon secara cepat penyakit COVID-19. Konsorsium yang dikoordinasikan Kemenristek/BRIN ini terdiri atas beberapa lembaga, mencakup:

  1. Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT);
  2. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI);
  3. Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman;
  4. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN);
  5. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN);
  6. Badan Informasi Geospasial (BIG);
  7. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM);
  8. Universitas Indonesia (UI);
  9. Institut Pertanian Bogor (IPB);
  10. Institut Teknologi Bandung (ITB);
  11. Institut Teknologi Sepuluh November (ITS);
  12. Universitas Airlangga (Unair);
  13. Universitas Gadjah Mada (UGM);
  14. Universitas Padjadjaran (Unpad);
  15. Universitas Brawijaya (UB);
  16. Universitas Sebelas Maret (UNS);
  17. Universitas Andalas (Unand);
  18. Universitas Sumatera Utara (USU)
  19. Universitas Syiah Kuala (Unsyiah);
  20. Universitas Udayana (Unud)
  21. Universitas Hasanuddin (Unhas);
  22. Universitas Sam Ratulangi (Unsrat);
  23. Universitas Trisakti;
  24. Universitas Telkom;
  25. Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI);
  26. Institut Teknologi Kesehatan Jakarta (ITKJ);
  27. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makariwo (STIKMAH);
  28. Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN);
  29. Ikatan Dokter Indonesia (IDI);
  30. Industri: PT Biofarma, PT Len, PT PINDAD, PT Dirgantara Indonesia, PT Indofarma, Dharma Group, Labs 247 (PT Dua Empat Tujuh), dan PT Chroma International;
  31. Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan;
  32. Indonesian Diaspora Network (IDN);
  33. Pemerintah Daerah;
  34. Rumah sakit: Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta, RSUP Dr. M. Djamil Padang, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, RSUP Dr. Kariadi Semarang, RSUD Dr. Soetomo Surabaya, RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, dan RSUD Dr. Moewardi Surakarta;
  35. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI);
  36. Makassar Convalescent Plasma Research Team.

“Hasil-hasil riset dan inovasi dalam Konsorsium Covid-19 ini lahir dari kerja sama berbagai stakeholders. Stakeholders tersebut antara lain kementerian, lembaga pemerintah non kementerian, perguruan tinggi, industri, BUMN dan swasta, asosiasi profesi terkait kesehatan dan rumah sakit. Selain itu berbagai hasil riset dan inovasi ini dapat tercipta karena kerja sama tim dari berbagai kementerian. Oleh karena itu saya sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemendikbud yang telah mendorong Perguruan Tinggi berinovasi dalam penanggulangan Covid-19, Kementerian Kesehatan yang telah lakukan relaksasi regulasi dan mempercepat pemanfaatan alat kesehatan hasil riset dan inovasi. Saya apresiasi Kemenkes yang membantu tim peneliti kami selama proses pengujian produk inovasi terkait Covid-19. Secara khusus, saya ingin minta agar sertifikasi produk inovasi peneliti Konsorsium tidak hanya digunakan selama pandemi tapi juga untuk jangka panjang sehingga dapat mendorong kemandirian produksi alat kesehatan dalam negeri. Saya juga berterima kasih pada Kementerian Perindustrian yang telah mencarikan industri mitra untuk kerja sama dalam produksi hasil-hasil inovasi, serta Kementerian BUMN yang telah berikan izin atau penugasan khusus kepada beberapa BUMN untuk produksi beberapa alat kesehatan hasil inovasi. Tidak lupa saya ingim berterima kasih kepada LPDP yang mendanai riset dan inovasi Konsorsium, calon donatur swast, maupun BUMN, Gerakan Indonesia Pasti Bisa, masyarakat, serta pihak lain yang mendukung Konsorsium Covid-19 ini,” ungkap Menristek/Kepala BRIN pada laporannya.

Beberapa produk inovasi alat kesehatan Konsorsium Covid-19 ini juga telah diproduksi oleh BUMN dan industri swasta, seperti contohnya Rapid Test IgG/IgM yang sudah diproduksi sebanyak 10.000 test kit dan didistribusikan di beberapa rumah sakit di Yogyakarta, Surabaya, dan Semarang bulan ini. Kemudian, PCR Diagnostic Test Kit yang akan diproduksi sebanyak 100.000 test kit pada akhir Mei 2020 dan didistribusikan dengan merk BioCov-19. Beberapa produk lainnya juga akan diproduksi oleh mitra industri dan didistribusikan kepada fasilitas kesehatan yang membutuhkan.

Dalam kesempatan ini turut ditampilkan video testimoni dukungan dari Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto; Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita; Menteri BUMN, Erick Thohir; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim; dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo. Berikut kalimat dukungan para menteri dan Kepala BNPB tersebut:

“Kementerian Kesehatan mendukung pengembangan produk-produk alat kesehatan dan farmasi hasil inovasi Indonesia melalui percepatan regulasi terhadap implementasi produk-produk tersebut untuk penanganan COVID-19.”

“Kementerian Perindustrian mendukung kebangkitan industri manufaktur melalui inovasi produk-produk alat kesehatan dan farmasi hasil pengembangan riset yang dilakukan oleh anak-anak bangsa untuk percepatan penanganan COVID-19 yang pada gilirannya dapat meningkatkan penggunaan produk-produk dalam negeri serta mendorong subtitusi impor.”

“BUMN telah bekerjasama dengan Tim Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 yang dibentuk Kemenristek/BRIN dalam menghasilkan produk-produk kebangkitan inovasi Indonesia untuk percepatan dan penanganan COVID-19 agar dapat diproduksi massal di dalam negeri serta mendukung juga terbentuknya BUMN alat kesehatan Indonesia.”

“Kemendikbud sangat mengapresiasi dan turut berbangga atas riset dan inovasi para dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk mempercepat penanggulangan pandemi COVID-19. Kemendikbud akan terus mendorong dan mendukung kemerdekaan dan kemandirian perguruan tinggi untuk terus berkarya dan berinovasi. Terima kasih atas sinergi yang baik antara Kemendikbud, Kemenristek/BRIN, Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, Kementerian Perindustrian, BNPB, serta para mitra industri.”

“Saya Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sangat mengapresiasi langkah dan upaya Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional yang telah sejak awal mendukung Gugus Tugas melalui kontribusi riset, teknologi, dan inovasi karya peneliti dan perekayasa anak bangsa untuk kemaslahatan rakyat Indonesia.”

Dalam acara Kebangkitan Inovasi Nasional turut hadir Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin dan para Menteri Kabinet Indonesia Maju; Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto; Kapolri Jenderal, Idham Azis; Kepala LPNK dan Lembaga terkait (BPOM, BMKG, BIG, LKPP); Ketua DPR RI, Puan Maharani; Ketua DPD, La Nyalla Mahmud Matalitti; Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza; Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf; dan Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda; Ketua dan Ketua Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto; para pejabat eselon satu Kemenristek/BRIN dan LPNK terkait; para rektor perguruan tinggi anggota Konsorsium Covid- 19; pejabat eselon satu kementerian terkait; para peneliti/perekayasa; para direktur utama BUMN dan industri anggota Konsorsium Covid-19; para direktur utama rumah sakit anggota Konsorsium Covid-19; dan Tim Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan COVID-19 (TFRIC19).


Keterangan

Melalui Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang diubah menjadi Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2020, Kemenristek/BRIN memiliki tugas untuk mendukung upaya pencegahan, pendeteksian, dan merespon secara cepat pandemi COVID-19 melalui kegiatan Penelitian, Pengembangan, Pengkajian dan Penerapan (Litbangjirap).

Informasi lebih lanjut mengenai hasil produk inovasi percepatan penanganan Covid-19 Konsorsium Covid-19 Kemenristek/BRIN dapat dilihat di laman: https://www.ristekbrin.go.id/covid19

Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional


TINGGALKAN KOMENTAR