SEKILAS INFO
: - Selasa, 19-01-2021
  • 12 bulan yang lalu / Pelaksanaan Yudisium di laksanakan pada tanggal 4 Februari 2020
Awas Keliru! Begini 7 Etika Minta Surat Rekomendasi ke Dosen

Hai Campuspedia-friends!—Demi mewujudkan impian kamu untuk mendapat beasiswa, melanjutkan studi, bahkan mendapat pekerjaan impian kamu tidak akan jauh-jauh dari Surat Rekomendasi C-friends! Bisa dibilang, surat rekomendasi ini jadi salah satu “tiket” penting.

Surat rekomendasi adalah salah satu bentuk bukti dan penilaian yang dapat diberikan dosen, rekan, atau atasan kamu (ketika sudah bekerja) yang mengetahui kualitas kemampuan kamu. Oleh sebab itu, surat rekomendasi menjadi salah satu acuan pihak penyelenggara atau penyeleksi untuk memilih kamu. Apalagi, kini beberapa beasiswa menjadikan surat rekomendasi ini menjadi salah satu syarat mereka.

Namun, minta surat rekomendasi ke dosen itu susah-suah gampang C-friends! Apalagi, jika kamu sudah lulus beberapa tahun sebelumnya. Nah, kalau begitu, kira-kira gimana ya etika meminta surat rekomendasi khususnya ke dosen?

Penasaran? Yuk langsung kita bahas!

Baca juga: 7 Poin Penting Tips Mengejar Mimpi Ala Jerome Polin

7 Etika Minta Surat Rekomendasi ke Dosen

  1. Jalin dan Jaga Hubungan yang Baik dengan Dosen

Etika cara minta surat rekomendasi yang pertama adalah dengan menjalin serta menjaga hubungan baik dengan dosen. Usahakan jangan hanya muncul ketika kamu sedang butuh saja ya C-friends!

Ketika dosen kamu “nyantai” bahkan sering berusaha berbaur dengan mahasiswa-mahasiswanya, jangan lupa untuk merespon dengan baik. Atau, kamu juga bisa nih menanyakan kabar atau mampir ke kampus dan mengunjungi dosen-dosen kamu sekaligus berbagi kabar dan tujuan terbaru kamu.

  1. Pilih Dosen yang Benar-benar Kamu Kenal

Loh kalau sudah lama gak berkabar dengan dosen gimana? Apa iya tiba-tiba ke kampus terus basa-basi?

Eits! Tenang… kalau sudah lama tidak berkabar, kamu masih bisa kok mendapatkan surat rekomendasi. Tapi, yang perlu diingat adalah jangan asal memintanya ke semua dosen ya C-friends! Pilihlah dosen yang benar-benar kamu kenal serta mengenal kamu, supaya kamu mendapatkan surat rekomendasi yang tepat.

  1. Jangan Basa-basi, Sampaikan Tujuanmu

Karena yang meminta surat rekomendasi bukan hanya kamu seorang saja, akan lebih baik kamu langsung dengan jelas memaparkan tujuan kamu. Hal tersebut juga akan menghemat waktu kamu begitupun dengan waktu dosen.

Sampaikan dengan jelas, rinci, dan sebenarnya. Apalagi jika surat rekomendasi itu akan membantu kamu meraih besasiswa studi lanjut maupun mendapat pekerjaan impian, beliau juga akan senang memberi surat rekomendasinya.

  1. Bersiap Mengalah Demi Menyesuaikan Jadwal Dosen

Nah, poin keempat dari etika minta surat rekomendasi ini juga gak kalah penting nih C-friends! yaitu bersiap-siap mengalah dan meluangkan waktumu demi menyesuaikan dengan jadwal yang dimiliki dosen kamu.

Meskipun kamu pastinya juga punya agenda atau kegiatan lain, namun perlu diingat bahwa kamulah yang membutuhkan beliau, bukan sebaliknya. Jadi, cobalah mengalah dan meluangkan waktu demi mendapat salah satu “tiket” mencapai impian kamu ya!

  1. Ingatkan Dosen Tentang Dirimu

Nah, yang kelima ini masih relate sama poin ketiga tadi C-friends! Dikarenakan tiap tahunnya dosen bisa mengajar banyak sekali mahasiswa dari berbagai kelas bahkan jurusan, maka ada kemungkinan beliau lupa dengan kamu.

Oleh sebab itu, ketika kamu berniat untuk meminta surat rekomendasi, selain menunjukkan itikad baik, kamu juga bisa nih mention hubungan atau projek apa yang pernah melibatkan kamu dengan dosen tersebut. Bisa dari mata kuliah yang pernah diajar, menjadi panitia dalam acaranya, penelitian, bahkan menjadi mahasiswa bimbingan beliau.

  1. Patuhi Prosedur dan Tetap Profesional

Sudah disinggung sebelumnya, yang meminta surat rekomendasi kemungkinan besar bukan kamu saja, bahkan mungkin bisa membentuk antrean panjang. Maka dari itu, patuhi saja semua prosedur yang ada.

Jangan lupa juga tunjukkan itikad baik dan profesionalitas guna menunjukkan betapa kamu layak mendapatkan surat rekomendasi dari dosen tersebut. Walaupun mungkin prosesnya lewat media digital seperti email, jangan lupa juga menggunakan etika baik dalam mengirim emailnya ya C-friends!

  1. Follow Up dan Ucapkan Terima Kasih

Karena terkadang melewati berbagai prosedur yang panjang, tak jarang proses meminta surat rekomendasi ini juga akan menyita waktumu. Namun, kamu juga harus mengerti bahwa dosen juga punya kesibukannya masing-masing.

Jadi, lakukan follow up yang sewajarnya saja ya C-friends! Jangan disamakan seperti kamu menghubungi pacar, tiap hari tiap menit, hihi.

Dan ketika dosen merespon pesanmu, meskipun surat rekomendasinya belum selesai pun jangan pernah lupa untuk mengucapkan terima kasih. Ingat, disini yang butuh adalah kamu, hihi.

Baca juga; 10 Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan Saat Wawancara Beasiswa

Nah, itu dia 7 Etika Minta Surat Rekomendasi dari Dosen yang wajib kamu tahu supaya tidak keliru. Gimana nih? Sudah tahu mau menghubungi dosen untuk minta surat rekomendasi mulai darimana?

Semoga bermanfaat ya!

Yuk, biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, jangan lupa kepoin sosial media Campuspedia ya!

Instagram: @campuspedia

Youtube: Campuspedia

Twitter: @campuspedia_id

OA Line: @dbh9820y

Facebook: Campuspedia

LinkedIn: Campuspedia

 

The post Awas Keliru! Begini 7 Etika Minta Surat Rekomendasi ke Dosen appeared first on Campuspedia Kabar.

TINGGALKAN KOMENTAR