SEKILAS INFO
: - Senin, 25-01-2021
  • 1 tahun yang lalu / Pelaksanaan Yudisium di laksanakan pada tanggal 4 Februari 2020
Astronomi dan Astrologi, Sama Atau Beda?

Halo Sobat Campuspedia! Ngomongin soal bintang, pernahkah Sobat mendengar soal astronomi dan astrologi? Mungkin astronomi lebih sering kita dengar, hingga kita pun tahu apa itu astronomi. Bagaimana dengan astrologi? Apa itu astrologi? Apakah astronomi dan astrologi merupakan cabang ilmu yang sama? Jika beda, apa saja perbedaan astronomi dan astrologi?

Apa itu astronomi?

NASA mendefinisikan astronomi dengan ‘studi tentang bintang, planet, dan ruang’. Astronomi merupakan ilmu yang mempelajari matahari, bulan, bintang, planet, komet, gas, galaksi, debu, dan benda serta fenomena non-bumi lainnya. Seseorang yang menekuni bidang ini dikenal dengan sebutan astronom.

Modern ini, astronom terbagi ke dalam dua bidang fokus yaitu:

  • Astronom observasional (pengamatan) lebih fokus pada studi langsung tentang bintang, planet, galaksi, dan sebagainya
  • Astronom teoretis fokus untuk memodelkan dan menganalisis bagaimana sistem mungkin telah berevolusi.

Para astronom tidak dapat mengamati sistem sepenuhnya karena masa hidup dunia, bintang, dan galaksi yang bisa sampai milyaran tahun. Karena itu astronom pun bergantung pada foto-foto tubuh. Kendati begitu, Sobat jangan salah, astronom yang fokus dalam kedua bidang tersebut cenderung berbaur bersama karena saling membutuhkan informasi.

Baca Juga: Sering Ada di Proses Rekrutmen, Ini Perbedaan FGD dan LGD

Dengan kompleksnya perbintangan, astronom dipecah lagi menjadi beberapa sub-bidang yang memudahkan para ilmuwan untuk mempelajari objek dan fenomena tertentu secara khusus.

  1. Astronom planet (ilmuwan planet) fokus mempelajari pertumbuhan, evolusi, dan kematian planet. Menurut University College London, sains planet merupakan bidang lintas disiplin yang mencakup aspek astronomi, sains atmosfer, geologi, fisika antariksa, biologi, dan kimia.”
  2. Astronom bintang. Berdasarkan University of California, Los Angeles, fokus astronomi bintang adalah pada proses fisik dan kimia yang terjadi di alam semesta.
  3. Astronom matahari fokus mempelajari dan menganalisis satu bintang saja, yakni matahari. Hal ini karena matahari merupakan satu-satunya bintang yang cukup dekat untuk diketahui detail permukannya.
  4. Astronom galaksi akan mempelajari galaksi dimana bumi berada—Galaksi Bima Sakti.
  5. Astronom ekstragalaktik yang akan mempelajari di luar galaksi Bima Sakti untuk menentukan bagaimana kumpulan bintang terbentuk, berubah, dan mati.
  6. Ahli kosmologi. Pernah dengar teori Big Bang? Para ahli kosmologi akan fokus pada alam semesta secara keseluruhan, mulai dari kelahirannya seperti dalam teori Big Bang, evolusinya hingga saat ini, sampai pada kematiannya.

Astrometri

Astrometri merupakan cabang astronomi yang paling kuno. Berdasarkan Planetary Society, astrometri adalah metode tertua yang digunakan untuk mendeteksi planet ekstrasurya. Astrometri mencakup perhitungan ukuran matahari, bulan, dan planet. Perhitungan yang tepat dari ketiga jenis objek tersebut memungkinkan astronom di bidang lain memodelkan kelahiran serta evolusi planet dan bintang. Selain itu, bisa juga dilakukan untuk memprediksi peristiwa gerhana, hujan meteor, dan penampakan komet.

Baca Juga: Cara Membuat CV dari Ms. Word, Hasilnya Nggak Kalah Cantik Dengan Aplikasi Lain!

Apa itu astrologi?

Setelah mengetahui apa itu astronomi, kini kita bahas sebenarnya apa itu astrologi. Astrologi merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana pergerakan benda-benda langit seperti matahari, planet, bintang, dan bulan dapat mempengaruhi orang-orang dan peristiwa di bumi. Sebagai contohnya, pada zaman dahulu petani mengamati pergerakan benda langit sebagai kalender untuk memperkirakan kapan waktu yang tepat untuk bertani.

Dasar utama dalam astrologi yaitu rasi bintang atau juga dikenal dengan konstelasi. Ahli astrologi percaya jika posisi benda langit dapat memperkirakan kehidupan manusia dan peristiwa masa depan. Mitologi tentang konstelasi telah berkembang sejak zaman dahulu, tepatnya di Mesir Kuno sejak 2300 tahun yang lalu, kemudian diberi nama oleh bangsa Yunani Kuno.

Konstelasi atau rasi bintang ini diberi nama Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Sering dengar? Yap! Inilah yang sekarang biasa kita kenal dengan zodiak.

Perkembangan astrologi ini sangat menarik. Karena ada pihak-pihak yang percaya dan juga menentang kebenaran astrologi ini. Banyak yang mengatakan jika astrologi memang bisa digunakan untuk memprediksi musim dan cuaca, namun tidak dengan kepribadian dan nasib manusia. Astrologi masih bertahan hingga saat ini karena banyak yang merasa sesuai dengan penjelasan tiap zodiak, baik kepribadian hingga ‘ramalannya’.

Sama atau Beda?

Tentu saja beda! Secara historis, astronomi dan astrologi dikaitkan, namun kini tidak lagi diakui memiliki hubungan dengan astronomi.

Baca Juga: Ingin Terjun Dalam Industri Media? Kamu Bisa Coba Peluang Karir Media Analyst!

Perbedaan Astronomi dan Astrologi

Melansir Sky and Telescope, selama beberapa ribu tahun, keinginan manusia untuk meningkatkan prediksi astrologi adalah salah satu motivasi utama untuk observasi dan teori astronomi. Astrologi menjadi bagian dari ilmu pengetahuan utama hingga akhir 1600-an, ketika Isaac Newton mendemonstrasikan beberapa proses fisik yang dengannya benda langit saling mempengaruhi. Pernah dengar eksperimen apel jatuh dari pohon? Yap! Sejak teori yang dikemukakan oleh Isaac Newton itu dikenal, astronomi telah berkembang menjadi bidang yang sepenuhnya terpisah, dimana prediksi tentang fenomena langit dibuat dan diuji menggunakan metode ilmiah.

Astrologi kini dianggap sebagai hobi dan ilmu ‘semu’. Meskipun ribuan orang di seluruh dunia masih meminta nasihat dari astrolog dan publikasi astrologi dalam membuat pengalaman profesional, medis, dan pribadi yang penting.

Astronom menggunakan bukti ilmiah untuk menegaskan hipotesis terkait alam semesta. Sementara itu, astrolog tidak melakukan uji coba untuk mendemonstrasikan spekulasinya. Meskipun para astrolog menggunakan matematika, bagan kompleks, serta terminologi tertentu, namun mereka tidak mengedepankan strategi logis. Para astrolog suka memberikan bukti naratif, seperti cerita yang diceritakan oleh orang lain tentang ketepatan ‘ramalan’ itu.

Nah, begitu kira-kira perbedaan astronomi dan astrologi. Bagaimana? Apakah Sobat jadi tertarik untuk mempelajari salah satunya? Share artikel ini jika bermanfaat, yuk!

Sumber:

Sky and Telescope (Astrology VS Astronomy: What’s The Difference?) 

Under Lucky Stars Blog (Astronomy versus Astrology)

 

Jangan Lupa! Kunjungi Campuspedia di:

The post Astronomi dan Astrologi, Sama Atau Beda? appeared first on Campuspedia Kabar.

TINGGALKAN KOMENTAR