SEKILAS INFO
: - Jumat, 04-12-2020
  • 10 bulan yang lalu / Pelaksanaan Yudisium di laksanakan pada tanggal 4 Februari 2020
Apa Itu Coronasomnia? Bagaimana Mengatasinya?

Semenjak pandemi virus corona, banyak yang terpengaruh kesehatan fisik maupun mentalnya. Hingga banyak bermunculan istilah-istilah baru seperti zoom fatigue, coronasomnia, dan sebagainya. Sebenarnya apa itu coronasomnia? Dan bagaimana pula kiat-kiat atasi coronasomnia?

Dilansir dari akun Instagram mindtenance.id, coronasomnia adalah gangguuan tidur akibat stress dan cemas yang meningkat selama masa pandemi virus corona. Ilene Rosen, MD., MSCE., seorang dokter ahli ilmu kesehatan tidur dan Associate Professor bidang kedokteran klinis dari Parelman School of Medicine di University of Pennsylvania menyatakan coronasomnia merupakan dampak dari ketidakpastian informasi yang kita terima secara terus-menerus semasa pandemi.

Di Indonesia sendiri, ternyata cukup banyak yang mengalami coronasomnia ini. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) sebanyak 8.031 orang di 34 provinsi di Indonesia menyatakan bahwa lebih dari 50% responden mengalami gejala stress yang berdampak pada pola tidur selama pandemi.

Baca Juga: Motivasi Sukses Dari Tokoh Inspiratif

Apabila Sobat juga mengalami coronasomnia hingga menyebabkan sobat menjadi sulit tidur, mimpi buruk, tekanan darah tinggi, ataupun merasa gelisah, Sobat bisa coba beberapa cara untuk atasi coronasomnia dari Philip Cheng, Ph.D. Dr. Cheng merupakan seorang psikolog klinis dan ilmuwan penelitian di Sleep Disorders Center Henry Ford Health System. Melalui laman resmi henryford.com, Dr. Cheng menjelaskan apa yang bisa dilakukan ketika menghadapi coronasomnia.

Tetap berpegang pada rutinitas

Meskipun sedang menjalani masa work from home atau study from home, yang mana jadwal seringkali menjadi tidak teratur, namun pastikan Sobat tetap bangun pada jam yang sama dan usahakan untuk menghindari tidur siang.

Jadwalkan waktu istirahat

Sobat bisa alokasikan setengah hingga satu jam sebelum tidur sebagai waktu istirahat. Sobat bisa menghabiskan waktu istirahat dengan menonton ulang acara favorit Sobat, mengerjakan teka teki silang, atau membaca buku dengan kertas kuno yang bagus. Sobat juga bisa melakukan latihan pernapasan dalam maupun meditasi.

Jauhi perangkat elektronik

Cahaya biru dari perangkat elektronik seperti ponsel dan laptop dapat membuat Sobat tetap terjaga saat seharusnya merasa lelah. Pengecualian untuk televisi, karena umumnya televisi berada cukup jauh dari wajah. Apabila Sobat merasa kesusahan untuk melepaskan perangkat elektronik, setidaknya aktifkan fungsi malam hari (night mode) yang dapat menyaring cahaya biru.

Baca Juga: 5.600 Mahasiswa dari 20 Perguruan Tinggi Terlibat Dalam KKN Tematik Covid-19, Apa Kamu Salah Satunya?

Ciptakan lingkungan tidur yang ideal

Menurut Dr. Cheng, ruangan gelap dengan suhu ruangan antara 65 hingga 70 derajat dapat membuat kondisi tidur yang sempurna. Suhu di sisi yang lebih dingin cenderung lebih baik untuk tidur nyenyak. Karena itu, hindari mandi air panas sebelum tidur, karena dapat meningkatkan suhu inti tubuh Sobat dan membuat sulit tidur.

Olah raga di sore hari

Karena kardio juga akan meningkatkan suhu inti tubuh, maka Dr. Cheng juga tidak menyarankan untuk melakukan olah raga dalam waktu tiga jam sebelum waktu tidur. “Bahkan lebih dari di pagi hari, ada bukti bahwa berolahraga di sore hari bermanfaat untuk tidur nyenyak,” katanya.

Jangan makan banyak sebelum tidur

Tetapi jika Sobat termasuk yang sering terbangun karena lapar, memakan makanan ringan seperti biskuit atau buah tidak ada salahnya.

Baca Juga: 9 Tips Hadapi Oral Test Anti Gagal

Batasi asupan kafein dan alcohol

“kafein dapat bertahan di dalam tubuh selama 8 jam, lebih lama dari yang diperkirakan banyak orang,” kata Dr. Cheng. Selain itu, meskipun pada awalnya alcohol dapat membuat seseorang mengantuk, namun alcohol dapat membangunkan orang di tengah malam akibat dimetabolisme.

Bangun dari tempat tidur jika terbangun tengah malam

Sobat bisa pergi ke ruangan lain yang nyaman dan tenang, lalu lakukan aktivitas apapun untuk mengisi waktu tersebut. lakukan aktivitas yang menyenangkan, namun tidak terlalu membuat Sobat berpikir. “Tujuannya adalah untuk membuat orang merasa mengantuk kembali. Seringkali, godaannya adalah mencuci piring atau melipat cucian. Secara tidak sadar orang akan merasa jika mereka lebih produktif saat tengah malam.”

Jangan lihat jam saat kembali ke tempat tidur

Sobat hanya perlu menyetel alarm untuk bangun tidur saja, lalu biarkan waktu berjalan. Memperhatikan menit demi menit dapat menjadi pemicu stress tambahan yang semakin menghambat kemampuan untuk tidur.

Baca Juga: Trending Tagar #SaveKomodo di Twitter, Netizen: Mahasiswa Saja Tidak Didengar, Apalagi Komodo

Coronasomnia umum dialami oleh berbagai kalangan, tak  terkecuali para remaja dan dewasa. Karena itu, tidak perlu cemas dan pahami bagaimana cara-cara untuk atasi coronasomnia. Share artikel ini jika bermanfaat, yuk! Biar kamu selalu update info seputar dunia pendidikandunia mahasiswa, dunia kampuspengembangan diri,  persiapan karir, maupun informasi seputar beasiswa dan lomba yang bisa menunjang karirmu di masa depan, pastikan ikuti Campuspedia di InstagramLinkedInFacebookTwitterYoutube, dan Official Account LINE.

 

Sumber:

Henry Ford (https://www.henryford.com/blog/2020/03/coronasomnia-9-tips-for-coronavirus-related-insomnia)
Instagram mindtenance.id (https://www.instagram.com/p/CGuNRqFA9FI/?igshid=2zgjve6ylstd)

The post Apa Itu Coronasomnia? Bagaimana Mengatasinya? appeared first on Campuspedia Kabar.

TINGGALKAN KOMENTAR